Rekan Kerja

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Lingkungan kerja memang ada kalanya kita bercengkrama dengan teman sejawat, baik itu ketika sedang tidak ada pekerjaan atau mungkin ketika istirahat makan siang.

Meskipun rekan kerja seyogyanya tidak bisa kita jadikan sebagai teman sejati, tetapi rekan kerja merupakan orang-orang terdekat kita pada saat bekerja. Maka dari itu tak jarang bahwa rekan kerja sedikit-banyak akan mengetahui perilaku-perilaku kita.

Layaknya seperti tetangga sebagai orang terdekat di tempat kita tinggal, rekan kerja hampir memiliki fungsi yang sama ketika kita bekerja. Yang sewaktu-waktu bisa kita minta bantuannya atau pun sebaliknya yaitu kita bantu apabila rekan kerja kita sedang membutuhkan bantuan.

Berawal dari saling bantu dan saling bercengkrama maka dengan seiring waktu tidak terasa kita akan merasa lebih dekat kepada rekan kerja, tentunya dalam lingkup batasan tertentu atau dalam konteks pekerjaan ya.

Gambaran Rekan Kerja
Seperti halnya dengan apa yang saya alami siang tadi ketika sedang makan siang di kantin. Diselingi dengan bercandaan yang terkadang justru akan membuka pintu untuk kita saling mengenal satu sama lain.

Setiap dari rekan kerja kita sesungguhnya memiliki jalan cerita hidupnya masing-masing, yang mana kita sebagai rekan kerjanya sebaiknya tidak dengan serta-merta langsung menilai begitu saja.

Ada dari mereka yang sudah menikah sekian tahun dan masih berikhtiar supaya memiliki keturunan, ada pula yang sudah memutuskan untuk berhenti menambah keturunan yang disebabkan karena adanya trauma membekas yang tidak bisa dihapus dari jalan cerita kehidupannya, dan masih ada banyak cerita lainnya.

Satu hal yang bisa saya pelajari dari bersosial di lingkungan pekerjaan adalah pentingnya untuk bisa menjaga respect satu sama lain. Apabila kita ingin dihormati oleh rekan sejawat, maka sebaiknya kita juga bisa menghormati kondisi dan posisi rekan kerja kita terlebih dahulu.

Jangan sampai dengan dalih supaya kita dikenal sebagai orang yang pecah dan humoris, kita malah bercanda secara berlebihan dan melampaui batas privasi seseorang. Bercanda di lingkup pekerjaan ya yang sewajarnya saja supaya suasana tidak kaku dan tegang.

Mungkin itu dulu sedikit bercerita di edisi kali ini. Sekian.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh




Dukung kami untuk terus membuat konten dengan memberikan donasi dengan klik tombol di bawah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Pagi Hari

HP Babak Belur

End of PHL era