Sebuah Pagi Hari
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Pada episode kali ini saya hanya akan bercerita tentang apa saja yang saya lakoni pada hari ini pagi hari ini. Ya, tulisan ini ditulis pada Kamis 3 November 2022 jam setengah sembilan malam.
Seperti halnya hari kemarin, kemarin lusa, seminggu yang lalu, dan seterusnya. Saya awali hari dengan bangun pagi yang tidak pagi-pagi amat: waktu subuh tipis-tipis. Setelah sholat subuh biasanya saya bengong dulu lalu cek hape, cek chat terakhir di grup-grup yang dirasa penting tapi gak penting-penting amat. Terus mulai pindah ke tiktok atau twitter, sampe akhirnya dicariin istri "Ngapainnnnnnn main hape teruss".
Momen seperti ini membuat saya langsung muncul ide dan pertanyaan, apa-apa saja yang perlu saya siapkan untuk bekerja hari ini. Oh ternyata belum ada baju untuk dipakai, oke lanjut setrika baju, jemur pakaian, kasih makan burung kesayangan, dan jangan lupa be'ol.
Setelah melalui proses be'ol yang panjang biasanya saya langsung bersiap menuju kandang untuk melakukan pekerjaan pertama saya di hari ini. Sesampainya di kandang saya lihat-lihat dulu apakah masih ada stok pakan, kalo ada ya saya agak tenang, kalo habis ya saya jadi makin semangat dan sat-set mencampur pakan agar saya tidak terlambat antar anak-anak ke sekolah. Untungnya pakan sudah siap jadi tinggal eksekusi gais.
Selesai kasih makan ayam di kandang, saya langsung pulang kembali ke rumah dan mandi pagi. Keluar kamar mandi pake daleman, pake baju celana dan jaket. Langkah berikutnya adalah melihat waktu, dan untungnya hari ini saya masih bisa melakukan aktifitas sarapan pagi, saya pun bergegas berjalan ke meja makan.
Selesai makan saya mengantar anak-anak saya ke sekolah, saya boncengkan ke motor sembari membawa tas dan tentunya botol dot susu yang disimpan di saku samping tas. Sampai di sekolah saya gandeng anak saya masuk ke halaman depan sekolah sampai mereka bertemu dengan guru-gurunya.
Setelah berpamitan dengan anak-anak saya langsung meluncur, tak lupa cek waktu lagi untuk menentukan apakah saya masih punya kesempatan untuk tidak terlambat atau ya sudah inimah pasti terlambat. Dan jawabannya adalah ini mah pasti terlambat, gumam saya, walaupun mungkin terlambatnya hanya 5 menitan tapi tetap saja terlambat, but it's OK.
Sampai di kantor, apel pagi masih belum selesai. Tetapi apesnya edisi kali ini saya berangkat hanya beralaskan sendal: kemarin sepatu saya tinggal karena hujan ygy. Jadi saya masuk ke ruangan dulu untuk pake sepatu.
Dikarenakan sepatu saya ini adalah sepatu vans off the wall kw super, yang ukurannya pas banget sampe bikin ujung kaki depan dan belakang ada sensasi perih-perihnya, dan yang pake tali, jadi proses pemakaian sepatu menjadi bukan hal yang cepat untuk dikerjakan, smh.
Selesai pakai sepatu, selesai pula apel pagi di hari ini. Wakwawwww.
Tadinya episode kali ini akan saya kasih tema cerita tentang hari ini like pagi-siang-sore, tapi ternyata sampe paragraf ini aja baru bisa cerita tentang bagian paginya doank. Mungkin lain waktu kaliya akan saya coba attempt lagi. Makasih yang udah baca, walaupun gak akan ada yang baca, but thanks anyway. Jangan lupa minum air putih ygy.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Dukung kami untuk terus membuat konten dengan memberikan donasi dengan klik tombol di bawah.


Komentar
Posting Komentar