Review Aplikasi: Keuangan Keluargaku
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Di kesempatan pada kali ini saya akan berbagi pengalaman saya dalam menggunakan aplikasi Keuangan Keluargaku.
Bagi kawan-kawan yang dalam waktu dekat ini akan menikah, atau mungkin yang baru saja menikah, mungkin diperlukan adanya perubahan sistem manajemen keuangan. Yang sebelumnya adalah mengatur keuangan pribadi, mulai dari dompet pribadi, celengan uang receh, rekening bank, sampai saldo e-wallet, ketika telah menjadi keluarga maka keuangan yang diatur adalah keuangan keluarga, yaitu keuangan ayah dan keuangan bunda.
Soal teknis bagaimana ayah dan bunda mengatur pengeluaran dan pemasukan keuangan keluarganya tidak dapat didefinisikan secara mutlak. Hal ini karena setiap keluarga memiliki cara atau metode yang bisa sangat variatif, tidak ada satu rumus paten yang sama yang dilakukan oleh setiap keluarga.
Maksudnya begini, ada keluarga yang hanya sang ayah yang bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Ada pula keluarga yang ayah dan bunda sama-sama bekerja, serta ada juga keluarga yang hanya sang bunda yang bekerja. Sehingga proses manajemen pengeluaran dan pemasukan keuangan keluarga kembali ke kondisi pada masing-masing keluarga.
Terlepas dari siapa yang bekerja pada suatu keluarga, supaya pos pengeluaran dan pos pemasukan dapat tercatat dengan baik dan kondisi keuangan keluarga dapat termonitor, maka diperlukan sebuah sistem untuk mengatur keuangan keluarga.
Sebuah sistem yang dapat mengakomodasi data keuangan sang ayah dan sang bunda dalam satu wadah yang sama. Sehingga baik ayah dan bunda bisa sama-sama mengetahui histori transaksi yang telah dilakukan oleh ayah dan bunda.
Keuangan Keluargaku adalah salah satu aplikasi terbaik untuk mengatur keuangan keluarga. Sebab, pada aplikasi ini baik ayah ataupun bunda bisa secara kolaboratif melakukan input transaksi pengeluaran dan pemasukan secara real-time alias bersamaan.
Yang menjadi hal unik dari aplikasi ini adalah adanya fasilitas untuk input transaksi kolaboratif antara ayah dan bunda secara real-time. Sejauh saya mencoba aplikasi manajemen keuangan yang ada di Google Play Store, fasilitas yang biasanya tersedia hanya sebatas pencatatan keuangan pribadi. Tidak bisa dua perangkat handphone melakukan aktifitas input transaksi pada satu data yang sama.
Yang perlu dilakukan setelah download aplikasi adalah sign up atau mendaftarkan akun menggunakan email. Alamat email yang perlu didaftarkan cukup 1 saja, nanti bisa dipakai di dua perangkat smartphone.Pada saat pertama sign in atau masuk sudah tersedia panduan how-to tentang definisi istilah yang ada di dalam aplikasi, serta bagaimana kita bisa menggunakannya sesuai kebutuhan. Sehingga bagi Anda yang masih awam tidak perlu khawatir karena hanya dengan membaca panduan di awal setelah menginstal aplikasi maka Anda akan langsung bisa menggunakan aplikasi ini.
Fitur pertama pada aplikasi ini adalah Dompet. Yang terbagi menjadi Dompet Tabungan, Dompet Reguler, dan Dompet Kredit. Dompet ini bisa kita fungsikan sebagai akun perkiraan atau rekening. Jadi misalkan kita input ada Dompet Ayah, Dompet Ibu, Rekening Bank ABC Ayah, atau Rekening Bank DEF Ibu, dan seterusnya. Untuk Dompet Tabungan juga bisa kita fungsikan untuk rekening bank yang khusus kita gunakan untuk dana tabungan. Bagi yang tidak memiliki kartu kredit mungkin Dompet Kredit adalah opsional. Fitur dompet ini tentu sangat penting, yang mungkin banyak dari kita yang memiliki beberapa rekening bank. Selain itu saldo di e-wallet seperti Linkaja, Dana, Ovo juga bisa terpantau oleh aplikasi ini tinggal kita buat di data dompet.
Fitur kedua yang dimiliki Keuangan Keluargaku adalah Pos Pemasukan dan Pos Pengeluaran. Pos-pos yang ada bisa kita sesuaikan dengan aktifitas kita, misalkan di pos pengeluaran kita tambahkan pemasukan rutin yang berupa Gaji atau Bonus, lalu di pemasukan lain-lain bisa kita tambahkan Uang Kaget atau Dana Bantuan. Sedangkan di Pos Pengeluaran bisa kita kustomisasi secara penuh juga dengan kategori pengeluaran rutin dan pengeluaran lain-lain. Sehingga bisa terpantau dengan jelas total pengeluaran yang ada terbentuk dari pengeluaran apa saja.
Fitur selanjutnya adalah anggaran. Setelah kita konfigurasi data yang sebelumnya, kita bisa membentuk sebuah anggaran untuk pengeluaran yang mungkin akan terjadi dalam kurun waktu satu bulan ke depan. Anggaran ini akan menampilkan data sesuai dengan pos-pos pengeluaran yang telah kita buat. Sehingga seiring dengan berjalannya proses input transaksi pengeluaran, apabila kita lihat pada fitur Anggaran maka akan terlihat nominal anggaran dan nominal realisasi untuk setiap pos pengeluaran dalam periode satu bulan. Fitur ini menjadi penting bagi Anda yang ingin mengatur pengeluaran agar tetap terkontrol dan tidak lepas kendali.Selain fitur-fitur kunci yang telah saya sebutkan di atas, kita juga bisa menginput transaksi hutang-piutang dan transaksi tabungan. Untuk fasilitas laporan juga cukup mendetail yang terbantu dengan adanya grafik.
Penggunaan aplikasi Keuangan Keluargaku juga tidak terganggu oleh iklan, karena pada dasarnya aplikasi ini adalah aplikasi berbayar. Aplikasi ini menggunakan sistem subscribe atau berlangganan, dengan harga yang cukup terjangkau yaitu Rp 99,000,-/tahun/email, ayah dan bunda cukup sign in di smartphone masing-masing menggunakan satu email yang sama.
Untuk proses pembayarannya sendiri tidak terhubung oleh Google Playstore, pembayaran bisa dilakukan melalui transfer bank yang kemudian dapat dikonfirmasi melalui chat whatsapp.
Bagi Anda yang tidak ingin subscribe atau berlangganan maka setelah masa trial berakhir Anda tidak akan bisa melanjutkan input transaksi di Keuangan Keluargaku. Alternatifnya adalah dengan menginstal Keuangan Keluargaku Offline, yaitu edisi aplikasi yang non-kolaboratif.
Bagi pembaca budiman yang ingin mencoba aplikasi Keuangan Keluargaku silahkan bisa klik tombol Download di bawah. Nanti akan redirect ke Google Playstore dan langsung bisa diinstal. Silahkan mencoba, semoga bisa menambah wawasan.





Komentar
Posting Komentar